E-Bussiness



Konsep e-Bussiness :
Cakupan atau spektrum e-Bussiness sangat luas wilayahnya, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahan.
e-business merujuk pada e-commerce yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan. Untuk menangkap dimensi ruang lingkup e-bussiness cara yang kerap dipakai adalah dengan prinsip 4 W (What, Who, Where, dan Why).
 
Kelemahan dan kelebihan e-Bussiness :
            Kelemahan :
1.       Pencurian informasi rahasia
2.       Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan
3.       Kehilangan kepercayaan dari para konsumen
4.       Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak
5.       Kerugian yang tidak terduga
Kelebihan :
1.       Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan dan tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.       Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3.       Menurunkan biaya operasional (operating cost).
4.       Melebarkan jangkauan (global reach).
5.       Meningkatkan customer loyality.
6.       Memperpendek waktu produksi.
7.       Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)
       Infrastuktur yang disiapkan

       Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan
       inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business, yaitu jenis-jenis jaringan serta     software komunikasi yang diperlukan. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi ataupun kelompok dalam mengimplementasikan e-business pada organisasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar